Di Hari Pendidikan Nasional, Koalisi Bersama Rakyat 2 Mei (KOBAR 2 Mei) menyesalkan keputusan pemerintah yang tetap menggelar Ujian Nasional (UN) pada tahun 2010 ini dan tidak berkaca dari pengalaman sebelumnya.
Koordinator KOBAR 2 Mei, Ummu Shonnifah menegaskan, meskipun para penggugat UN telah memenangkan tuntutan di Mahkamah Agung dan menyerukan kepada pihak tergugat (pemerintahan SBY) untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional dan meningkatkan sarana serta kualitas tenaga pengajar sebelum UN diselenggarakan, tapi pemerintah melalui, Kemendiknas tetap bersikukuh untuk menjalankan UN.
“Tahun sebelumnya UN telah menyisakan berbagai catatan dari kasus bunuh diri siswa yang tidak lulus hingga kecurangan-kecurangan penyelenggaran UN. Namun pemerintah tetap tidak belajar dari pengalaman tersebut,” katanya dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 2/5).
Ummu Shonnifah membeberkan pengalaman memilukan tentang UN kembali terjadi di tahun 2010 ini. Tingkat kelulusan SMA atau sederajat menurun dari 95,05 persen di tahun 2009 menjadi hanya 89 persen di tahun 2010. Di Jakarta pun jumlah siswa yang tidak lulus meningkat hampir seribu persen.
“Bahkan ada 267 sekolah yang 100 persen peserta UN-nya tidak lulus,” kesalnya.
KOBAR 2 Mei merupakan aliansi pelajar dan mahasiswa yang menolak UN. Organisasi yang bergabung dalam KOBAR 2 Mei adalah BEM UI, BEM UNJ, IPM, PII, FGII, IKABI, FMN, Forum OTM, LBH Jakarta, Lapam, E-net for Justice, LAP, KPKB, HMI, dan LBH-P.
Koordinator KOBAR 2 Mei, Ummu Shonnifah menegaskan, meskipun para penggugat UN telah memenangkan tuntutan di Mahkamah Agung dan menyerukan kepada pihak tergugat (pemerintahan SBY) untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional dan meningkatkan sarana serta kualitas tenaga pengajar sebelum UN diselenggarakan, tapi pemerintah melalui, Kemendiknas tetap bersikukuh untuk menjalankan UN.
“Tahun sebelumnya UN telah menyisakan berbagai catatan dari kasus bunuh diri siswa yang tidak lulus hingga kecurangan-kecurangan penyelenggaran UN. Namun pemerintah tetap tidak belajar dari pengalaman tersebut,” katanya dalam keterangan pers kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 2/5).
Ummu Shonnifah membeberkan pengalaman memilukan tentang UN kembali terjadi di tahun 2010 ini. Tingkat kelulusan SMA atau sederajat menurun dari 95,05 persen di tahun 2009 menjadi hanya 89 persen di tahun 2010. Di Jakarta pun jumlah siswa yang tidak lulus meningkat hampir seribu persen.
“Bahkan ada 267 sekolah yang 100 persen peserta UN-nya tidak lulus,” kesalnya.
KOBAR 2 Mei merupakan aliansi pelajar dan mahasiswa yang menolak UN. Organisasi yang bergabung dalam KOBAR 2 Mei adalah BEM UI, BEM UNJ, IPM, PII, FGII, IKABI, FMN, Forum OTM, LBH Jakarta, Lapam, E-net for Justice, LAP, KPKB, HMI, dan LBH-P.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar