Kamis, 09 September 2010

Jenis-Jenis Tawadhu’

Jenis-Jenis Tawadhu’, Hendaknya seorang da’i bersikap tawadhu’ terhadap kebenaran, merendahkan diri padanya dan tunduk padanya dan tidak berusaha mendebat pada kebenaran tersebut walaupun tidak ia sukai, karena SAW telah menafsirkan kesombongan dalam sabdanya sbb: Sombong itu ialah menutupi kebenaran dan menipu manusia . Oleh karenanya jika ada sebuah ketentuan syariat yang shahih tapi terasa berat atau tidak masuk akal olehmu, maka ketahuilah bahwa semua itu karena kelemahan dan kebodohanmu semata-mata, karena ilmu ALLAH SWT itu teramat luas dan tiada berbatas, sementara kemampuan dan kapasitas manusia demikian kecil dan sempit takkan mampu menyelami semua hikmah-NYA, maka jangan sekali-kali kamu bersikap takabbur dan menolaknya.

1. Bersikap tawadhu’ pada agama: Yaitu menerima semua apa yang bersumber dari ALLAH SWT dan Rasul-NYA, dengan tunduk dan pasrah sebulat-bulatnya.
a. Tidak menolak sedikitpun baik akalnya, perasaannya, maupun perbuatannya.
b. Tidak meragukan dalil agama tersebut dengan sangkaan bahwa dalil tersebut tidak masuk akal, kurang, atau tidak sempurna; melainkan sebaliknya ia langsung merasa mungkin kefahamannya, akalnya atau pemikirannya yang kurang atau belum memiliki ilmu tentang hal tersebut.
c. Tidak mencari-cari jalan lain yang berbeda dengan dalil tersebut baik dalam batinnya, lisannya atau perbuatannya, karena hal tersebut merupakan sifat orang munafiq.

2. Ridha terhadap apa yang diridhai oleh kebenaran, maka jadilah ia sebagai budak ALLAH SWT dan saudara bagi orang muslim dan tidaklah bermusuhan dengan kebenaran itu setitikpun.

3. Segera menjadikan kebenaran itu bagian dari dirinya, baik dalam pemikirannya maupun perbuatannya.

Terkutuklah orang-orang yang akan melakukan Pembakaran Alquran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar